Sekolah Ramah Lingkungan di Utara Sumatera

Sekolah Ramah Lingkungan di Utara Sumatera

Salah satu Sekolah Ramah Lingkungan di Kab. Langkat, Medan

Bukan untuk jalan-jalan apalagi liburan. Tapi sebuah perjalanan mendatangi Sekolah Ramah Lingkungan yang ada di Medan. Liburan ataupun tugas kerja ke luar kota, selalu saya sambut dengan gembira. Apalagi jika harus mengunjungi daerah yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. I’m So Excited…!!! 😀

04/02/2014

Berangkat jam 04.00 pagi dari rumah ke kantor, karena habis Subuh harus udah berangkat dari kantor buat ngejar penerbangan jam 09.50. Sempet deg-degan karena macet panjang, Alhamdulillah kami tiba di Bandara tepat waktu. As always ya, Singa Terbang selalu ngaret. Dan di pesawat ternyata saya harus mengalami kejadian yang agak “aneh”, yaitu kursi saya ternyata double seat alias ada orang yang punya tiket dengan tempat duduk yang sama seperti saya. Kejadian itu saya alami berserta 5 penumpang lainnya (termasuk dua rekan saya). Tapi untungnya kami ga harus terus berdiri didalam pesawat sampai pesawat tiba di Medan karena ternyata ada kursi lain yang masih kosong.

Dua jam penerbangan, akhirnya kami tiba di bandara Kualanamu Medan. Wow, ternyata benar, bandara yang belum lama beroperasi ini berhasil membuat saya terkesima. Disana kami sudah ditunggu oleh tim daerah yang akan menemani kegiatan kami selama di Medan. Perjalanan sekitar 2 jam kami tempuh untuk sampai ke kota Medan. Karena bandara Kualanamu ini tidak terletak di Kota Medan seperti bandara Polonial dahulu. Sesampainya di kota Medan, kami mengisi perut dengan makan soto khas Medan. Yang membuat saya takjub adalah penjualnya yang ternyata ibu asli dari Jawa,hehe… Selelsai mengisi perut, kami mampir ke kantor cabang daerah untuk bersilaturahmi. Setelah itu kami baru diantarkan ke hotel untuk beristirahat. Hotel yang bernama Darussalam tersebut cukup unik bagi saya, karena semua furniturenya bernuansa hitam putih (my fav colour :D).

Bandara Kualanamu Medan

Ada kejadian unik saat kami makan malam disalah satu tempat makan didekat hotel tersebut. Ketika kami ingin memesan minuman es the manis di tempat makan tersebut, penjualnya tidak mengerti. Dan ternyata memang es the manis disana disebut “Mandi” alias Manis Dingin,hehe… Selesai makan, kami pun kembali ke hotel untuk mempersiapkan kegiatan untuk besok.

05/02/2014

Tepak pukul 08.30 WIB kami dijemput di hotel untuk berangkat ke Kabupaten Langkat, tempat sekolah-sekolah yang akan kami kunjungi. Kami pun checkout dari hotel karena akan menginap di hotel di Binjai yang lebih dekat ke lokasi tempat sekolah yang akan kami kunjungi. Kami pun berangkat ke lokasi dengan 3 mobil terpisah, karena sekolah-sekolah yang akan kami kunjungi letaknya berjauhan dan membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai kesana. Saya dan kedua rekan saya pun berpencar menuju sekolah kami masing-masing ditemani dengan tim daerah.

Sesampainya di sekolah, saya cukup prihatin melihat kondisi tersebut. Meskipun dari luar sekolah tersebut terlihat bagus, tapi setelah melihat kedalam kelas, kondisi bangku dan meja siswa sangat memprihatinkan. Yang paling parah adalah toilet yang hanya ada satu untuk sekitar 400 siswa. Terlebih kondisi toilet tersebut yang tidak terawat dan tidak terbanyang siswa sebanyak itu harus mengantri di satu toilet. Untuk toilet guru malah harus menumpang di salah satu rumah guru yang sudah tidak ditinggali yang berada dekat dengan sekolah tersebut. Namun, kabar baiknya adalah Kepala Sekolah di SD tersebut mempunyai komitmen untuk membuat sekolah tersebut menjadi sekolah ramah hijau seperti di sekolah sebelumnya tempat beliau memimpin. Berbagai rencana pun telah diutarakan demi terwujudnya hal tersebut. Namun, tentunya sekolah tersebut juga masih butuh bantuan dari pemerintah ataupun pihak-pihak yang peduli dengan pendidikan untuk mewujudkan hal tersebut.

Sekolah pertama yang dikunjungi 🙂

Setelah selesai berbincang dan melakukan monev di sekolah tersebut, kami pun kembali ke Binjai. Sebelum sampai ke Binjai, kami singgah di sebuah Masjid Azizi yang terletak di Tanjung Pura. Saya cukup terkesima dengan arsitektur masjid tersebut. Di halaman mesjid tersebut terdapat makam-makam pahalawan nasional Tengku Amir Hamzah dan juga makam-makam lainnya. Di Kabupaten Langkat ini memang terdapat cukup banyak Mesjid. Lain halnya dengan Kota Medan dimana jumlah Masjid dan Gereja hampir sama. Setelah shalat Ashar, kami pun diajak untuk menikmati durian khas Medan. Berhubung saya ga terlalu suka durian, jadi saya hanya sanggup menghabiskan 3 biji durian, hehe… Malam harinya kami mencoba kuliner Medan yang letakknya tidak jauh  dari tempat kami menginap (Hotel Kordopa). Saya mencoba mie kuah khas Medan, dan ternyata rasanya kurang cocok dengan lidah saya, karena agak manis dan kuahnya sangat kental. Setelah perut terisi, kami pun kembali ke hotel untuk mempersiapkan monev keesokan harinya.

Masjid Azizi, Tanjung Pura, Medan

06/02/2014

Hari kedua, kami pun berpencar kembali untuk mengunjungi sekolah kedua yang akan kami monev. Kali ini sekolah yang akan saya kunjungi letaknya agak jauh dari sekolah sebelumnya. Namun, kondisi sekolah kedua yang saya kunjungi jauh lebih baik dibandingkan sekolah pertama. Sudah terlihat penghijauan di lingkungan sekolah. Saya pun berbincang-bincang sekitar satu jam bersama kepala sekolah dan guru-guru yang ada disana. Selesai urusan di sekolah, kami pun bergegas kembali ke Medan. Di tengah perjalanan, kami singgah di Mesjid Raya Stabat, karena driver kami harus menunaikan shalat Jumat. Sambil menunggu shalat Jumat selesai, saya mencoba kuliner di sekitar Masjid. Saya mencoba martabak telur, dan ternyata bentuk dan rasanya cukup berbeda dengan martabak telur yang ada di Bogor. Martabak telur disana menurut saya seperti telur dadar, dan memang bentuknya jauh lebih tipis dibandingkan martabak telur di Bogor. Sausnya pun perbeda, kalau di Bogor menggunakan saus seperti cuka pempek, namun di Medan sausnya seperti kuah kari.

Berfoto bersama Kepsek dan Guru-guru di Sekolah kedua
Masjid Raya Stabat

Setelah selesai Shalat Jumat, kami pun segera menunaikan Shalat Dzuhur kemudian kembali ke Medan karena besok pagi kami harus menuju bandara Kualanamu untuk penerbangan jam 11.00 WIB. Kami tiba di kota Medn sore hari. Setelah check in disalah satu hotel disana, kami pun berjalan-jalan di kota Medan sekalian mencari oleh-oleh. Kebetulan hotel tempat kami menginap malam ini di Medan lokasinya dekat dengan Masjid Raya Medan dan Istana Maimoon. Tempat membeli oleh-oleh pun lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Setelah membeli oleh-oleh, kami pun diajak berjalan-jalan melihat suasana Medan di malam hari sekaligus mencari kuliner yang enak untuk mengisi perut kami malam ini. Setelah kenyang mengisi perut, kami pun berpamitan dengan tim daerah, karena besok pagi kami harus kembali.

Istana Maimoon

08/02/2014

Pukul 08.00 WIB kami di jemput di penginapan, untuk berangkat ke bandara. Ditengah perjalanan, kami menyempatkan diri untuk mengisi perut kemudian kembali melanjutkan perjalan ke bandara Kualanamu. Si Singa Terbang pun kembali delay satu jam dari jadwal kami berangkat. Alhamdulillah kejadian double seat saat kami berangkat tidak terulang lagi. Alhamdulillah pukul 14.00 WIB kami pun tiba di Jakarta dan disambut dengan kemacetan kota Jakarta untuk menuju ke Bogor.

Alhamdulillah saya mendapat pengalaman yang menyenangkan di Medan dan berharap semoga mendapatkan kesempatan lagi untuk mengunjungi tempat-tempat di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Aamiin… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s