Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu

Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu

Primadonanya Pulau Kelor, Benteng Martello

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.” ~Bung Karno~

Ketika mendengar kata Kepulauan Seribu, pasti yang terlintas dibenak kita adalah Pulau Tidung atau Pulau Pramuka. Namun, sebenarnya banyak pulau-pulau lain yang bisa kita datangi di Kepulauan Seribu, seperti Pulau Harapan, Pulau Bira, Pulau Pari, dan masih banyak lagi. Kali ini, saya memilih mendatangi 3 pulau di Kepulauan Seribu yang memiliki nilai historis dan saat ini dijadikan sebagai cagar budaya, yakni Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust. Saya mengikuti one day trip yang diadakan salah satu travel dengan biaya yang cukup terjangkau, yakni Rp 99.000 (exclude makan dan transportasi ke Muara Kamal).

Pulau pertama yang saya kunjungi adalah Pulau Kelor. Cukup waktu setengah jam saja untuk sampai ke pulau tersebut dari Muara Kamal dengan kapal kayu. Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof. Di Pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Benteng tersebut bernama Benteng Martello. Luas pulau ini tak lebih dari dua hektar dan hanya terdiri dari pantai kecil dan bangunan Benteng Martello. Pulau ini juga tidak berpenghuni.

Benteng Martello adalah benteng bulat dari bata yang dibuat dengan meniru benteng Mortella di Corsica (sebuah pulau di Laut Tengah). Dahulu, Pulau Kelor merupakan garda terdepan untuk mempertahankan Batavia dari serangan angkatan laut musuh yang menyerang dari samudera. Masyarakat sekitar juga menyebut pulau ini sebagai pulau kuburan. Konon beberapa pemberontak memang dimakamkan di sekitar benteng. Bangunan benteng yang asli sebenarnya jauh lebih luas daripada yang bisa kita lihat sekarang, dimana yang tersisa hanya bagian dalamnya saja. Sebagian besar benteng runtuh dan terendam air karena abrasi yang mengikis pulau.  Kini, setengah bagian luar benteng pun tertutup semak-semak sehingga tidak mudah dijelajahi.

View Pulau Kelor, Kep. Seribu

Pulau kedua yang saya kunjungi adalah Pulau Cipir atau yang dulunya bernama Pulau Khayangan. Pulau ini terkait erat dengan Pulau Onrust yang terletak di sebrangnya. Dahulu, ada jembatan yang menghubungkan kedua pulau ini, sayangnya jembatan tersebut telah terkikis dan kini kita hanya bisa melihat sisa reruntuhan jembatan tersebut. Pulau Cipir merupakan lahan bekas rumah sakit untuk perawatan dan karantina penyakit menular bagi para jemaah haji pada abad ke-19, lebih tepatnya pada tahun 1911. Para jemaah haji dari seluruh Indonesia yang ingin naik haji dipusatkan dahulu disini untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan jika ada jemaah yang terkena penyakit.  Konon, banyak paseien karantina haji yang sakit dan disuntik mati di pulau ini. Setelah kembali dari ibadah haji, para jemaah pun harus kembali ke pulau ini untuk melakukan pemeriksaan. Pasalnya, orang-orang Belanda khawatir terhadap gerakan Pan-Islam yang berkembang di Arab Saudi yang akan dibawa oleh para jemaah haji yang kembali dari sana untuk menentang Belanda. Pada zaman tersebut, gelar haji akan diberikan oleh Belanda setelah mereka lolos karantina sepulang dari ibadah haji.

Pulau ini memang terlohat menyeramkan, karena sisa reruntuhan rumah sakit yang dikelilingi banyaknya pepohonan yang lebat di pulau ini. Pulau ini pun tidak berpenghuni, hanya sesekali saja terlihat kapal-kapal yang singgah sekedar untuk memancing di pulau ini.

Sisa bangunan Rumah Sakit di Pulau Cipir

Pulau terakhir yang saya kunjungi adalah Pulau Onrust yang terletak di seberang Pulau Cipir. Pulau ini juga berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada tahun 1700-an, orang lebih mengenal Pulau Onrust, sama seperti sekarang orang mengenal Pulau Bali. Pulau ini terlihat begitu eksotis dengan sisa peninggalan arkeologi pada masa Belanda dan juga sisa bangunan sebuah rumah yang masih utuh yang kini dijadikan Museum di pulau ini dan bangunan penjara. Nama “Onrust” sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti “tidak pernah beristirahat” atau dalam bahasa Inggris disebut “Unrest”. Di Pulau ini juga terdapat sebuah makam yang konon merupakan makam dari pemimpin pemberontak DI/TII yaitu Kartosuwirjo. Pulau Onrust merupakan pelabuhan VOC sebelum pindah ke Tanjung Priok Jakarta dan juga merupakan markas tentara Belanda sebelum masuk Jakarta. Pada tahun 1930-an, Pulau Onrust ini juga dijadikan sebgaai asrama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dahulu, di Pulau Onrust ini pernah terjadi wabah tikus yang sangat parah, hingga menewaskan banyak sekali penghuninya. Bahkan struktur bangunan di Pulau ini dibuat dengan memasang perangkat tikus disekitar pondasi bangunan. Tikus-tikus tersebut berasal dari Belanda yang menumpang di kapal-kapal yang mendarat di pelabuhan.

Kisah yang paling terkenal di Pulau ini adalah kasih tak sampainya Maria Van De Velde yang meninggal pada usia 25 tahun. Ia meninggal menggunakan baju pengantinnya, menunggu sang kekasih yang akan datang dari Belanda. Namun sayang, sang kekasih tak kunjung datang karena telah meninggal terlebih dahulu. Makam Maria terdapat di pemakaman khusus orang-orang Belanda di Pulau ini. Memang di Pulau Onrust ini, makam Belanda dan masyarakat pribumi dibuat terpisah.

Makam Maria Van De Velde

One day trip kali ini memang bukan trip biasa, melainkan trip sejarah. Kita bisa berjalan-jalan sambil mempelajari sejarah bangsa kita. Trip ini cocok bagi Anda yang ingin berjalan-jalan namun tidak memiliki banyak waktu karena cukup butuh waktu satu hari di hari libur untuk mengunjungi ketiga pulau tersebut. Jangan lupa untuk membawa sampah yang kita bawa kembali ke Jakarta. Mari sama-sama kita rawat peninggalan sejarah yang ada di negeri ini.

Selamat berwisata sejarah… 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s