Naik-naik ke Puncak Gunung

Naik-naik ke Puncak Gunung

View Gunung Papandayan

“It is not the MOUNTAIN that we conquer, but OURSELVES…” ~Edmund Hillary~

Aktivitas mendaki gunung memang sedang menjadi trend belakangan ini. Gunung Papandayan merupakan gunung yang cocok untuk para pendaki pemula. Terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, gunung dengan ketinggian 2665 mdpl itu tercatat pernah beberapa kali erupsi. Meskipun sebelumnya saya sudah pernah tracking ke Kawah Ijen dan Daratan Tinggi Dieng, namun pastinya tracking ke gunung sesungguhnya pasti akan terasa berbeda dan memang tidak semudah yang terlihat.

Jumat (2/5/2014) malam, kami meeting point di Terminal Kampung Rambutan. Setelah semua berkumpul, pukul 21.30 WIB kami berangkat dengan bis Jakarta-Garut dan tiba di Terminal Guntur Garut pukul 02.30 WIB.

Sabtu (3/5/2014), Kami memutuskan untuk menunggu Subuh di Camp yang terletak tidak jauh dari Terminal Guntur. Setelah Sholat dan mengisi perut, pukul 06.00 WIB kami memulai perjalanan kami menuju Cisurupan. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, kami tiba di Cisurupan. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan menuju Camp David dengan menaiki mobil pick up. Setelah kurang lebih satu jam melewati “jalanan berombak”, akhirnya kami tiba di Camp David. Setelah melapor dan beristirahat sejenak, tepat pukul 09.00 WIB kami memulai pendakian di Gunung Papandayan.

Camp David

Meskipun Gunung Papandayan ini menjadi tujuan bagi para pendaki pemula seperti saya, namun medan yang dilewati tidak bisa dianggap remeh.

View di awal-awal penanjakan…

Setelah kurang lebih dua jam setengah mendaki, akhirnya kami tiba di Pondok Saladah, tempat para pendaki Gunung Papandayan mendirikan tenda. Sambil menunggu para lelaki mendirikan tenda, para wanita menyiapkan santapan makan siang sederhana untuk mengisi perut.

Rencana awal kami, setelah mendirikan tenda, isi perut, dan Sholat, kami akan melanjutkan perjalanan ke Tegal Alun, namun apa daya, hujan tak kunjung berhenti hingga malam. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sambil mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan pendakian esok. Cuaca dingin di malam hari, yang katanya menyentuh -10oC, cukup membuat saya, dan teman satu tenda saya tidak bisa tidur. Sleeping Bag yang kami gunakan seperti tak berarti apa-apa, dan saya hanya berharap pagi segera datang.

Minggu (4/5/2014), Pukul 05.00 WIB, kami semua bangun untuk bersih-bersih dan menunaikan Sholat Subuh. Pagi ini saya disambut oleh hamparan bintang di langit yang begitu indah, Subhanallah… Pukul 05.30 WIB kami memulai perjalanan menuju Tegal Alun yang merupakan spot paling indah di Gunung Papandayan ini. Perjalanan kami menuju Tegal Alun ditemani oleh sunrise yang sangat indah dari hutan mati. Saya pun tak mau melewatkan moment untuk mengabadikan keindahan alam tersebut.

Sunrise dari Hutan Mati, So beautiful… 🙂
View lain dari Hutan Mati

Pukul 07.00 WIB kami tiba di Tegal Alun, disambut Padang Edelweiss dan langit biru yang sangat indah. Selama kurang lebih satu jam kami beristirahat dan berfoto di Tegal Alun, sebelum akhirnya kembali ke Pondok Saladah.

Suguhan alam di Tegal Alun

 

Pemandangan saat kembali ke Pondok Saladah

Tiba di Pondok Saladah, kami mulai merapihkan tenda dan perlengkapan kami untuk bersiap turun gunung. Tidak lupa, kami pun membawa turun sampah dan memastikan tidak ada sampah yang tertinggal disana. Pukul 11.30 WIB kami meninggalkan Pondok Saladah untuk kembali ke Camp David. Perjalanan “turun gunung” ini pastinya terasa lebih ringan dibandingkan saat menanjak, hehe…

Full team, yeaaayyy…

Selain para pendaki, Gunung Papandayan ini juga digunakan oleh para Rider motor Trail, sehingga beberapa kali kami pun harus mengalah kepada mereka karena jalur yang digunakan sama.

Tiba di Camp David, kami segera bersih-bersih dan bersiap menuju Terminal Guntur untuk selanjutnya kembali ke Jakarta. What a fun hiking… 🙂

*FYI

Bis Ac Jakarta – Garut : Rp 42.000

Angkutan Term.Guntur – Cisurupan : Rp. 15.000/orang

Mobil Pick Up Cisurupan – Camp David : Rp. 20.000/orang

 Selamat mendaki dan bawa kembali sampah kalian ya Tetap lestarikan alam Indonesia yang indah ini.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s