Senja di Pulau Harapan…

Senja di Pulau Harapan…

Senja di Pulau Harapan

Hampir empat tahun berlalu ketika akhirnya saya kembali berlabuh di Pulau ini. Bedanya, empat tahun lalu di Pulau ini saya disuguhi mentari pagi yang begitu indah, namun tahun ini saya disuguhi oleh senja yang menawan.

Pada 2011, pertama kalinya saya berlabuh di darmaga Pulau Kelapa untuk sampai ke Pulau Harapan. Suasana di sana belum ramai oleh para wisatawan yang berlibur ke sana. Listrik belum berfungsi 24 jam alias masih digilir. Kebersihan di sana masih terjaga. Namun, setelah tiga tahun berselang, Pulau itu semakin banyak dikunjungi wisatawan yang membuat kehidupan di sana semakin berkembang. Kini, kapal-kapal dapat langsung berlabuh di Pulau Harapan. Listrik sudah tidak digilir lagi. Sudah banyak para penduduk lokal yang berjualan di sana. Penginapan sudah dilengkapi dengan sinyal wi-fi. Dan satu hal yang pasti terjadi ketika suatu objek wisata semakin banyak dikunjungi oleh para wisatawan, yaitu Sampah!!!

Saya agak miris sebenarnya ketika kembali ke Pulau ini melihat tumpukan sampah dimana-mana. Setiap sudut pulau ini seperti menjadi tempat pembuangan sampah. Saya sempat tanyakan pada penduduk setempat, namun mereka berkilah bahwa itu disebabkan oleh para pembersih sampah yang masih libur lebaran. Tetap saja, seharusnya setiap penduduk maupun wisatawan yang berkunjung harus bisa menjaga kebersihan Pulau tersebut. Karena tumpukan sampah yang ada dimana-mana pastinya akan mengganggu kenyaman para wisatawan yang berkunjung kesana.

Sempat ragu sebenernya waktu diajak kembali ke Pulau Harapan. Selain karena sudah pernah ke sana, perjuangan untuk sampai ke sana lumayan mengocok perut karena harus menempuh perjalanan laut selama tiga jam. Tapi untungnya, ketika diajak mengunjungi pulau-pulau di sekitar Pulau Harapan, saya diajak ke destinasi yang berbeda dibanding kunjungan saya yang pertama. Salah satu alasan mengapa Pulau Harapan kini menjadi primadonanya Kepulauan Seribu adalah karena letaknya yang strategis, sehingga memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi pulau-pulau disekitar Pulau Harapan. Berbeda ketika kita mengunjungi Pulau Tidung (yang juga menjadi primadona Kepulauan Seribu), karena letaknya yang jauh dari pulau yang lain, sehingga membuat para wisatawan hanya bisa mengitari Pulau Tidung saja.

Jika sebelumnya saya hanya mengunjungi Pulau Bira saja, kali ini saya berkesempatan mengunjungi empat pulau berbeda. Destinasi pertama adalah Pulau Bulat. Pulau yang tak berpenghuni ini memang sudah kurang terawat. Biasanya orang datang ke Pulau tersebut untuk memancing. Destinasi kedua adalah Pulau Perak. Pulau ini cukup memukau saya dengan keindahan pasir putihnya serta warna lautnya yang indah. Disini juga ada beberapa penjual makanan maupun minuman sehingga pas sebagai tempat istirahat. Pulau ini biasanya digunakan untuk berkemah. Destinasi ketiga adalah Pulau Dolphin. Pulau ini tidak begitu besar dibanding pulau-pulau yang lain. Biasanya para wisatawan datang ke Pulau ini untuk snorkeling. Destinasi terakhir saya adalah di Pulau Magaran. Pulau milik pribadi namun tetap bisa dikunjungi ini juga sangat memukau saya dengan keindahan warna lautnya juga pemandangan di sekitar pulau yang sayang sekali jika tidak kita abadikan lewat foto.

Pemandangan di Pulau Bulat

 

Suguhan Alam di Pulau Perak 🙂

 

magaranPesona alam di Pulau Magaran 🙂

Setelah puas seharian berkunjung ke pulau-pulau, saya kembali ke penginapan dengan kulit yang ‘eksotik’ karena seharian berada dibawah teriknya sinar matahari. Sore harinya kita dapat menikmati sunset yang indah dari Pulau Harapan ini. Malam harinya kita bisa menikmati makanan ataupun minuman sambil menikmati keindahan pulau ini. Keesokan paginya, kita juga dapat menikmati sunrise dari pulau ini. Namun sayangnya, kemarin cuaca di pagi hari kurang mendukung untuk menikmati sunrise.

Saya sarankan jika ingin berkunjung ke Pulau Harapan, pergilah dalam jumlah yang banyak, karena akan menghemat pengeluaran untuk penginapan maupun sewa kapal untuk mengitari pulau-pulau disekitar Pulau Harapan.

Perkiraan budget :

Tiket kapal Muara Angke – P.Harapan (PP) : Rp 80,000

Home stay (1 rumah 2 kamar) : Rp 500,000

Sewa kapal : Rp 350,000

Sewa alat snorkeling : Rp 35,000

Selamat menikmati keindahan alam dan jangan lupa selalu jaga kebersihan… 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Senja di Pulau Harapan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s