Pesona Wisata Pulau Dewata

Pesona Wisata Pulau Dewata

2014-10-14-21-39-23_deco

Bali… Pulau Dewata, destinasi favorit wisata…

Pulau Dewata yang menawarkan berjuta pesona keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Pulau yang namanya lebih akrab di telinga para wisatawan mancanegara melebihi nama negeri dimana Pulau ini berada, yakni Indonesia. Perjalanan kerja sekaligus wisata singkat di Pulau Dewata kali ini menawarkan cerita dan pengalaman unik tersendiri.

Awalnya berniat ingin melakukan perjalanan kerja ala “backpacker” dari Bandara Ngurah Rai Bali sampai ke penginapan dengan menaiki Bus Trans Sarbagita (busway ala Bali), akhirnya gagal karena harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk sampai ke Pura pintu masuk Bandara tempat menunggu bis tersebut. Bukan manja, saya sudah terbiasa backpacker, namun kali ini ntah kenapa ingin cepat sampai di penginapan dan tidur. Efek tidak tidur semalaman karena harus berangkat dini hari menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

Akhirnya kami (saya dan teman kerja saya) memutuskan untuk naik taxi bandara dengan tarif Rp 100,000 untuk sampai ke penginapan yang terletak di Jalan Teuku Umar, Denpasar.

Grand Pondok Puri Ayu, salah satu penginapan baru di Jalan Teuku Umar, Denpasar, yang menawarkan konsep minimalis, dengan harga ekonomis, yakni Rp 250,000 per malam (*jika memesan online melalui situs jasa pemesanan hotel). Murah bukan berate murahan, karena hotel ini cukup bagus dan bersih. Harga penginapan di Bali memang sangat bersaing menawarkan fasilitas dan kenyamanan dengan harga yang sangat terjangkau wisatawan. Disana juga disediakan jasa penyewaan sepeda motor yang sangat membantu kami selama berada di Bali.

Di Bali sangat sulit mencari transportasi umum. Hanya ada Bus Trans Sarbagita dan angkutan umum gratis yang sangat jarang terlihat. Para penduduk disana maupun wisatawan lebih senang menggunakan motor atau mobil pribadi atau sewaan untuk berkeliling kota Bali. Karena jarak tempuh terjauh di Bali bisa ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja (*menurut keterangan driver yang mengantar kami).

Selain transportasi yang sulit, mencari makanan yang halal juga cukup sulit di Bali. Di sekitar tempat saya menginap, dihiasi dengan makan “babi guling” dan Chinese Food. Untungnya, diantara jajaran makanan-makanan tersebut, terselip beberapa rumah makan muslim, yang Insya Allah menyajikan makanan-makanan yang halal.

Selama tiga hari dua malam di Bali (dipotong waktu acara Konferensi yang saya ikuti), saya hanya sempat mengunjungi beberapa tempat, seperti Pantai Sanur, Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi), dan pusat oleh-oleh khas Bali di Toko Krisna dan Erlangga 2 yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari tempat saya menginap.

Berhubung ini adalah pertama kalinya menjelajah kota Denpasar tanpa angkutan umum, jadi saya hanya mengandalkan GPS dari smartphone untuk sampai ke lokasi-lokasi yang kami tuju.

Pusat oleh-oleh Khas Bali di Toko Krisna dan Erlangga 2 yang letaknya berdampingan menjadi destinasi pertama kami karena letaknya yang tidak jauh dari tempat menginap. Terletak di jalan Nusa Kambangan, tempat ini menawarkan beragam oleh-oleh khas Bali dari mulai aksesoris, pakaian, sampai makanan. Harganya pun cukup terjangkau.

Destinasi kedua kami adalah Pantai Sanur yang merupakan lokasi yang pas untuk menyaksikan sunrise. Sunrise dapat terlihat dengan sangat jelas dan cantik dari sana. Meskipun pemandangan dari Pantai tersebut biasa saja. Cukup membayar Rp 2,000 saja sebagai biaya parkir untuk masuk ke Pantai ini.

IMG_20141013_211754Berburu sunrise di Bali
2014-10-10-08-55-12_decoSuguhan sunrise di Pantai Sanur, Bali
2014-11-02-14-48-19_decoPemandangan dari Pantai Sanur, Bali

Selanjutnya, destinasi terakhir kami, yakni Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau Bajra Sandhi. Lokasi ini juga merupakan tujuan para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Cukup membayar Rp 5,000 untuk bisa masuk kedalam. Tempat tersebut merupakan museum yang menyajikan foto-foto dan miniatur sejarah perjuangan rakyat Bali di masa penjajahan. Lebih dari sekedar museum, tempat ini menyajikan keindahan tersendiri melalui bangunannya yang menyerupai Candi dengan taman yang begitu indah.

2014-10-13-21-10-23_decoMonumen Perjuangan Rakyat Bali

2014-10-14-21-35-03_deco

2014-10-14-21-37-02_deco

2014-10-14-22-03-38_deco

2014-11-02-14-52-06_deco

2014-10-14-22-01-19_deco

2014-10-14-21-46-59_decoView lain dari Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Hari terakhir di kota Denpasar kami habiskan di Universitas Udayana Bali, untuk menghadiri acara Konferensi Nasional Riset Manajemen yang diadakan oleh PPM Manajemen bekerja sama dengan Universitas Udayana. Acara tersebut berlangsung seharian. Kami pun kembali ke Jakarta di hari yang sama dengan penerbangan terakhir. Sebelum ke Bandara, kami diajak berjalan-jalan di Kuta oleh driver yang mengantar kami dan menikmati ayam betutu khas Bali yang terkenal.

20141011_173842Bersama Moderator dan Para Presenter di acara Konferensi Nasional Riset Manajemen (*kalo saya? cuma Peserta aja… :D)

Ada kejadian ceroboh yang sempat saya alami sebelum kembali ke Jakarta. KTP saya yang dijadikan sebagai jaminan untuk menyewa motor sempat tertinggal di penginapan ketika kami sudah tiba di Bandara Ngurah Rai. Alhasil, kami pun kembali ke penginapan untuk mengambil KTP. Beruntung, kami tidak tertinggal penerbangan terakhir yang ternyata juga delay, hehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s