Menikmati Lukisan Alam Sang Pencipta dari Ujung Barat Indonesia (Part 2)

Menikmati Lukisan Alam Sang Pencipta dari Ujung Barat Indonesia (Part 2)

mtf_fmaLD_363.jpgPantai Sumur Tiga, Sabang, Aceh

“Take vacations and go as many places as you can… Because you can always make money, but you can’t always make a memories” –anonymous-

Indonesia, menyuguhkan keindahan alam yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Sebagai wilayah ujung barat Indonesia, Sabang pun tak kalah memberikan suguhan alam yang memanjakan mata kita. Pantai, bukit, laut, hutan, kawah, seakan memanjakan mata siapa saja yang mengunjunginya.

Kamis, 11 Februari 2016 pukul 07.00 WIB kami siap untuk menyebrang ke Pulau Rubiah. Sayangnya cuaca pagi itu kurang bersahabat, hujan lebat disertai angin turun, sehingga kami harus menunggu hujan reda. Pukul 09.30 akhirnya kami menyebrang ke Pulau Rubiah, dibekali dengan perlengkapan snorkeling yang disewa seharga Rp 45.000 (Life jacket, google, dan fin) dan kapal untuk menyebrang Rp 350.000 serta Rp 150.000 untuk guide yang akan menemani kami snorkeling (Fyi : penyewaan kapal, alat snorkeling dan guide di Iboih ini sudah terorganisasi, sehingga harga yang ditawarkan sama disetiap tempat penyewaan). Sebelum snorkeling, kita dapat membeli umpan untuk memancing ikan mendekati kita saat snorkeling, yakni berupa mie rebus seharga Rp 5.000 per bungkus. Hati-hati, jangan sampai umpan tersebut malah kita yang makan karena kelaparan saat snorkeling, hehe… Suguhan laut di Pulau Rubiah ini sangat indah, tidak perlu jauh ke tengah laut, kita sudah dapat melihat warna warni ikan yang berenang serta terumbu karang. Kami ditemani oleh guide yang sangat asyik dan lucu, namanya Bang Degam yang sabar menemani kami snorkeling selama kurang lebih 2 jam.

mtf_fmaLD_423.jpg

Pantai Iboih dengan view Pulau Rubiah

Y0411625

Snorekling di Pulau Rubiah

 

Puas snorkeling, kami kembali ke penginapan di Iboih untuk membersihkan diri dan barang-barang karena di hari terakhir di Sabang ini kami akan menginap didekat Pelabuhan. Destinasi selanjutnya yang kami kunjungi adalah Sabang Fair. Disana terdapat landmark Pulau Weh dan jika malam hari biasanya kita bisa wisata kuliner.

16-02-21-14-04-24-621_deco

16-02-21-14-02-45-748_deco

Landmark Pulau Weh

Puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Kasih dan primadonanya kota Sabang, yakni Pantai Sumur Tiga. Pantai ini cukup terkenal dikalangan para wisatawan karena menyuguhkan pemandangan laut dan pasir putih yang sangat indah. Cuaca hari itu pun cukup mendukung kami untuk berfoto dan menikmati suguhan alam di Pantai Sumur Tiga.

mtf_fmaLD_420.jpg

mtf_fmaLD_418.jpg

Pantai Kasih

mtf_fmaLD_414.jpg

mtf_fmaLD_365.jpg

Pantai Sumur Tiga

Selanjutnya kami mengunjungi wisata Bunker Jepang, view dari tempat ini sungguh indah sekali. Dari sana kita dapat melihat Pantai Anoi Itam, lautan lepas, serta padang rumput yang indah. Setelah puas memanjakan mata, saatnya kami memanjakan perut. Kuliner yang kami pilih adalah mie kocok Aceh (yang bagi kami tampak seperti mie ayam) dan martabak telur (yang tampak seperti telur dadar, hehe…).  Tidak jauh dari sana, banyak tempat yang menjual souvenir untuk oleh-oleh. Beberapa kantong berisi oleh-oleh sudah digenggaman, saatnya pulang dan beristirahat di penginapan kami dekat Pantai Sumur Tiga.

mtf_fmaLD_412.jpg

Bunker Jepang

mtf_fmaLD_489.jpg

Pemandangan laut lepas dari Bunker Jepang

20160211_170157

View Pantai Anoi Itam dari Bunker Jepang

mtf_fmaLD_408.jpg

Mie Kocok Aceh (yg tampilan dan rasanya seperti Mie Ayam, hehe..)

Jum’at, 12 Februari 2016 pukul 07.00 WIB kami sudah berada di Pelabuhan Sabang untuk bersiap menyebrang kembali ke Aceh. Kapal feri yang kami tumpangi berangkat tepat pukul 08.00 WIB. Pukul 09.30 WIB kami tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dan dijemput kembali oleh Bu Ika (teman salah satu rekan perjalanan kami). Dari sana kami langsung mengunjungi Museum Tsunami. Didalam museum, kami serasa dibawa pada saat terjadi bencana tsunami. Air mata ini pun tak kuasa menetes saat saya menyaksikan video bencana tsunami yang diputar di ruang audio visual Museum Tsunami. Setelah itu, para pria menuju Masjid Raya Baiturrahman untuk menunaikan shalat Jum’at dan kami para wanita kembali ke rumah Bu Ika untuk beristirahat sejenak.

16-02-18-19-21-29-625_deco

Interior dalam Museum Tsunami

mtf_fmaLD_328.jpg

Masjid Baiturrahman

Kemudian setelah shalat Jum’at kami kembali berjalan-jalan di kota Aceh dengan mengunjungi wisata Kapal Diatas Rumah Lampulo. Sebuah kapal kayu yang terbawa ketengah pemukiman warga sekitar 1 km saat terjadi bencana tsunami. Kapal tersebut pun berhasil menyelamatkan sekitar 59 warga disekitar pemukiman tersebut yang berlindung diatas kapal itu.

16-02-18-19-20-30-870_deco

Kapal Diatas Rumah Lampulo

Destinasi terakhir yang kami kunjungi adalah Pantai Tebing Lampuuk. Di sepanjang jalan banyak terdapat rumah-rumah warga yang merupakan bantuan dari negara lain dengan ciri khas negara tersebut. Pantai Tebing Lampuuk menawarkan suguhan alam yang begitu indah, seperti deretan pohon pinus, tebing, dan danau kecil. Pantai tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan asing, karena selain suguhan alam yang ditawarkan, pantai itu juga menawarkan penginapan dengan konsep yang cukup unik. Seperti penginapan ditengah tebing dan ditengah danau. Pantai Tebing Lampuuk juga merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak bencana tsunami yang cukup parah dan sempat ditutup untuk wisatawan, namun akhirnya pariwisata disana pun berangsur pulih hingga saat ini.

mtf_fmaLD_399.jpg

Pantai Tebing Lampuuk

mtf_fmaLD_403.jpg

Penginapan unik diantara tebing

mtf_fmaLD_397.jpg

Danau kecil di Pantai Lampuuk

Kami pun menutup hari terakhir kami di Aceh dengan shalat Maghrib di Masjid Rahmatullah yang merupakan bantuan dari Pemerintah Turki, kemudian menikmati mie Aceh dan kopi Aceh. Sungguh suatu pengalaman yang sangat luar biasa akhirnya bisa mengunjungi kota Serambi Mekah ini.

16-02-21-14-12-00-349_deco

Mesjid Rahmatullah

IMG-20160221-WA0017

Keceriaan sore hari bersama anak-anak di pelataran Masjid (photo by. Esti)

mtf_fmaLD_395.jpg

Akhirnya mencicipi Mie Aceh langsung di Aceh 😀

20160212_225447

Menikmati Kopi Aceh disalah satu kedai kopi di Aceh

Terima kasih Ya Allah atas suguhan alam yang indah ini. Terima kasih untuk Bu Ika dan keluarga yang sudah menampung kami dirumahnya dan menemani kami jalan-jalan di kota Aceh. Terima kasih buat teman-teman seperjalanan yang menyenangkan (Bu Fadlun, Mba Esti, Mba Fenty, Abe, Agung, Uyo). Terima kasih untuk labi-labi Bang Ajun (kendaraan umum di Aceh) yang setia menemani kami berkeliling Aceh. Semoga saya masih diberikan kesempatan untuk menikmati suguhan alam indah di belahan bumi pertiwi lainnya, aamiin..

16-02-21-13-52-38-418_deco

Labi-labi yang setia mengantarkan kami keliling Aceh

IMG-20160214-WA0003

Terima kasih Bu Ika dan Keluarga yang telah bersedia menampung dan mengantarkan kami selama di Aceh 🙂

IMG-20160220-WA0067

Salam dari para petualang di Aceh 🙂

See u next trip… 🙂

Info :

*semua destinasi yang kami kunjungi di Aceh dan Sabang tanpa biaya tiket masuk alias gratis.

  • Sewa mobil di Aceh Rp 450.000.
  • Sewa mobil di Sabang Rp 700.000 per hari.
  • Makan rata-rata Rp 25.000 per orang untuk sekali makan.
  • Penginapan di Iboih Rp 350.000 dan di Sumur Tiga Rp 350.000.
  • Tiket kapal feri ke Sabang Rp 27.000.
  • Sewa kapal dari Iboih ke Pulau Rubiah Rp 250.000.
  • Sewa alat snorkeling (life jacket, google, fin) Rp 45.000.
  • Guide Rp 150.000.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s