Petualangan di Negeri Jiran

Petualangan di Negeri Jiran

mtf_fmaLD_451.jpg

“My favorite thing to do is to go where I’ve never been” -Diane Arbus-

Bermodal tiket promo KL – Aceh Rp 600.000 PP akhirnya membawa saya menjelajahi negeri Jiran ini. Tak terbayang sebelumnya kalau saya akan menginjakan kaki di negeri tersebut, karena memang saya tidak berminat untuk jalan-jalan ke luar negeri sebelum menjelajahi negeri ini.

Minggu, 7 Februari 2016 tepat pukul 00.00 Kami tiba di KLIA 2 (Kuala Lumpur International Airport). Disana sudah menunggu salah seorang teman kami yang berangkat lebih dulu ke KL. Rencana awal, kami akan langsung berangkat ke Melaka dengan bus pukul 01.00 waktu KL, namun ternyata tiketnya sudah habis. Bus berikutnya berangkat pukul 6.30 dan tiketnya baru bisa dibeli sekitar pukul 5 pagi. Akhirnya kami pun berburu spot untuk meluruskan badan karena akan menghabiskan malam di KLIA 2 (Fyi : KLIA 2 lumayan nyaman untuk bermalam bagi para backpacker, karena selain disediakan tempat khusus untuk meluruskan badan, juga ada fasilitas wifi yang lumayan kencang). Pukul 5 pagi kami bergegas menuju loket untuk membeli tiket bus ke Melaka. Tepat pukul 6.30 bus yang kami tumpangi (Star Mart Express) pun berangkat menuju Melaka. Dengan harga tiket sebesar 24.30 RM dan fasilitas bus yang eksklusif, waktu tempuh selama 2 jam pun menjadi tak terasa.

16-02-21-13-42-27-850_deco

Bus Star Mart Express

Setelah 2 jam berlalu yang kami habiskan untuk tidur di bus, akhirnya kami tiba di Melaka Sentral. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan ke Bangunan Merah yang merupakan icon Melaka dengan menggunakan Bus Panorama No. 17 dan tiket seharga 1.50 RM. Sesampainya di bangunan merah yang kami tuju, lalu kami bergegas mencari pengisi perut di daerah Daratan Pahlawan sambil berjalan kaki menikmati Melaka.

16-02-21-13-45-22-293_deco

Bus Panorama

16-02-21-13-46-36-127_deco

Melaka Sentral

Melaka seperti layaknya Kota Tua di Jakarta. Disana banyak terdapat museum-museum dan bangunan tua, dengan icon bangunan Gereja Kristen Melaka. Setelah puas berkeliling Melaka, kami kembali ke Melaka Sentral dengan bus panorama yang melintas didepan Gereja. Waktu tempuh kembali ke Melaka Sentral terasa lebih lama karena jalanan yang macet. Sesampainya di Melaka Sentral, kami bergegas membeli tiket bus ke KL Sentral seharga 10 RM.

mtf_fmaLD_459.jpg

mtf_fmaLD_457.jpg

Gereja Kristen Melaka, Icon Kota Melaka

mtf_fmaLD_455.jpg

Jonker Street

Tiba di KL Sentral, kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Bintang dengan menggunakan kereta Kelana Jaya dan Monorail untuk menuju ke penginapan kami. Setelah bersih-bersih dan istirahat sebentar, malam harinya kami menuju ke KLCC untuk mengunjungi icon negeri Jiran, yakni Petronas Twin Tower. Untuk sampai kesana, kami menggunakan bus gratis yang disediakan pemerintah Malaysia yaitu GO KL. Tiba di KLCC , kami langsung mengisi energi di Food Court KLCC sebelum berfoto di Petronas Twin Tower. Setelah puas berfoto berbagai gaya di Petronas Twin Tower, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan dengan berjalan kaki, karena bus yang kami tumpangi sudah tidak beroperasi lagi di jam tersebut.

?

Salah satu keisengan di Petronas Twin Tower

Senin, 8 Februari 2016 pukul 8 pagi kami bergegas check out menuju stesen Bukit Bintang untuk selanjutnya mengunjungi Batu Caves. Sebelumnya, kami menitipkan barang bawaan kami di KL Sentral, dengan harga per loker 20 RM yang cukup menampung beberapa tas kami sekaligus. Beban terasa lebih ringan karena kami tidak harus membawa gembolan kami kemana-mana, hehe…

Tiba di Batu Caves, kami langsung menuju ke Ramayana Caves dengan membayar tiket sebesar 5 RM. Kawasan Batu Caves merupakan bukit kapur yang memiliki gua dan kuil gua juga dikenal dengan kawasan India, karena memang banyak orang India yang tinggal disana, ditambah beberapa kuil Hindu tempat mereka bersembahyang. Disana juga terdapat patung Dewa Murugan berlapiskan emas yang merupakan dewa Hindu.

mtf_fmaLD_471.jpg

mtf_fmaLD_473.jpg

mtf_fmaLD_476.jpg

Batu Caves

Waktu menunjukan pukul 12 siang, saatnya kami kembali ke stesen Batu Caves menuju KL Sentral. Tiba di KL Sentral, kami mengisi perut dengan membeli nasi tomato. Selesai makan siang, kami berburu tiket ke Genting Highlands, namun sayangnya tiketnya sudah habis. Akhirnya kami pergi menuju Stesen Gombak untuk berburu tiket ke Genting disana. Tiba di Stesen Gombak, ternyata bus menuju Genting pun sudah berangkat, sedangkan bus selanjutnya pukul 5 sore. Setelah berdiskusi, akhirnya kami menerima tawaran seorang Driver yang bersedia mengantarkan kami ke Sky Train plus mengunjungi Rumah Cokelat dan Kebun Strawberry seharga 110 RM untuk satu mobil yang dibagi 7 orang.

Driver yang membawa kami menuju Genting bernama Asrul dan dia begitu ramah menjawab pertanyaan-pertanyaan kami terutama tentang bahasa Indonesia dan Malaysia yang memiliki arti berbeda. Setelah mampir ke Rumah Cokelat dan Kebun Strawberry, akhirnya kami tiba di Genting Highlands. Tujuan utama kami adalah menaiki Skyway dan kami pun langsung mengantri membeli tiket seharga 12.8 RM. Setelah tiket ditangan, antrian untuk menaiki Skyway yang sangat panjang pun telah menanti. Kurang lebih selama 1 jam kami mengantri untuk menaiki Skyway yang hanya berdurasi 15 menit untuk sekali jalan. Karena kami membeli tiket pergi-pulang, maka waktu yang kami tempuh sekitar 30 menit. Antrian yang panjang, dibayar dengan pemandangan yang indah dari atas Skyway dan kelucuan salah seorang teman kami yang takut akan ketinggian, cukup mengobati lelah kami mengantri, hehe…

16-02-21-13-50-04-475_deco

mtf_fmaLD_445.jpg

mtf_fmaLD_388.jpg

Genting Skyway

Perjuangan kami di Genting Highlands belum berakhir, tiket bus untuk kembali ke Stesen Gombak ternyata sudah habis. Akhirnya kami terpaksa menggunakan mobil seperti saat dating ke Genting dengan biaya 20 RM per orang (bener2 habis di ongkos ini judulnya, hehe…). Entah kenapa ditengah perjalanan, sambil mengobrol dengan sang Driver tiba-tiba Stesen Gombak terlewat begitu saja, dan mobil yang kami tumpangi langsung membawa kami ke tujuan selanjutnya, yakni KL Tower. Setelah tawar menawar, akhirnya kami hanya harus membayar 170 RM saja untuk satu mobil.

Sesampainya di lobby KL Tower, kami dihampiri oleh seorang wanita muda yang menawarkan tiket untuk akses ke Roof Tower dan Observation Tower seharga 94 RM. Memang harga tersebut lebih murah dari tiket regular, tapi akhirnya kami memutuskan untuk berfoto-foto diluar saja kemudian menunggu shuttle bus yang membawa kami keluar dari kawasan KL Tower.

16-02-21-14-25-17-786_deco

KL Tower

Beberapa lama kami menanti bus GO KL yang akan membawa kami menuju Stesen Bukit Bintang yang tak kunjung datang, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Stesen Bukit Bintang untuk selanjutnya menuju KL Sentral. Tiba di KL Sentral, kami langsung bergegas mengisi perut dan mengambil barang-barang kami yang dititipkan di loker KL Sentral. Waktu semakin larut, kami pun langsung membeli tiket bus menuju ke KLIA 2 seharga 11 RM. Malam terakhir di KL, kami putuskan untuk menginap di Bandara (lagi), karena besok pagi kami harus bertolak ke Aceh. Bye..Bye..KL..

Sabtu, 13 Februari 2016 pukul 09.30 kami kembali lagi ke KLIA 2 setelah puas bertualang di Aceh. Hello again KL..!!! Maklum saja, kami mendapatkan tiket promo KL-Aceh PP, jadi harus kembali lagi kesini. Sebagian dari kami baru akan kembali lagi ke Indonesia pada esok hari (14 Februari 2016). Jadi kami masih memiliki waktu sehari di KL. Waktu tersebut akhirnya kami habiskan untuk berjalan-jalan di Central Market dan kawasan Petaling Street untuk membeli oleh-oleh dari KL. Tidak sulit untuk menuju kesana, kita hanya perlu menaiki bus menuju KL Sentral, kemudian melanjutkan perjalanan dengan Monorail menuju Stesen Pasar Seni. Dari Stesen Pasar Seni, kita hanya perlu jalan sedikit menuju Sentral Market. Sekedar tips jika hendak membeli oleh-oleh, lebih baik membeli di Petaling Street (disebrang Central Market) karena harganya yang jauh lebih miring dibandingkan di Central Market.

mtf_fmaLD_393.jpg

Central Market

mtf_fmaLD_391.jpg

Petaling Street

Selesai membeli oleh-oleh, kami pun kembali ke KLIA 2 untuk bermalam disana. Esok paginya, kami kembali ke Indonesia dengan penerbangan pukul 07.40 pagi. Satu hal yang perlu kita contoh dari Malaysia adalah penyediaan transportasi yang sangat mendukung wisatawan yang berkunjung, seperti bus gratis, terminal yang terintegrasi di KL Sentral, serta fasilitas transportasi yang sangat nyaman. Bye..bye..KL.. (really say goodbye to KL) Thanks for the experience..

16-02-21-13-48-35-918_deco

Salah satu jenis transportasi umum di Malaysia, KTM

DSC_1225

Didalam LRT (MRTnya Malaysia)

DCIM106MEDIA

Salam dari pasukan petualang di Negeri Jiran

Info :

*kebutuhan biaya selama 3 hari di Malaysia, ± 300 RM (1 RM = Rp 3300)

  • Tiket bus KLIA 2 – Melaka Sentral : 24.30 RM
  • Bus Panorama Melaka Sentral – Gereja Kristen Melaka : 1.50 RM
  • Makan nasi lemak di Melaka : 6 RM
  • Bus Panorama Gereja Kristen Melaka – Melaka Sentral : 2 RM
  • Bus Melaka Sentral – KL Sentral : 10 RM (banyak pilihan alternatif harga dan waktu)
  • Tiket Komuter : 2.50 RM
  • Penitipan tas di KL Sentral : 20 RM per loker sampai jam 12 malam (muat untuk beberapa tas)
  • Tiket masuk wisata Batu Caves : 5 RM
  • Tiket kereta KL Sentral – Gombak : 4.20 RM
  • Mobil Stesen Gombak – Genting Highlands : 110 RM per mobil (setelah nego)
  • Mobil Genting Highlands – KL Tower : 170 RM per mobil (setelah nego)
  • Penginapan di hostel Bukit Bintang : 60 RM per malam (untuk 2-3 orang per kamar)
  • Genting Skyway : 12.80 RM
  • Bus KL Sentral – KLIA : 11 RM
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s