Mengagumi Keindahan Alam Kota Lawet

Mengagumi Keindahan Alam Kota Lawet

16-04-10-06-49-48-907_deco

Pantai Grojogan

“To Travel is To Take A Journey into Yourself” ~Danny Kaye~

Kota Lawet adalah sebutan lain dari Kebumen. Disebut demikian karena Kebumen memiliki potensi sebagai penghasil sarang burung lawet. Burung Lawet adalah burung walet dalam bahasa setempat yang sarangnya selalu diburu dan harganya sangat mahal. Di simpang kota Kebumen terdapat sebuah Tugu Lawet yang dibuat untuk menggambarkan aktivitas serta perjuangan para pengunduh sarang burung walet di goa-goa pada tebing karang pesisir selatan Kabupaten Kebumen yang penuh tantangan serta resiko. Dahulu Tugu Lewat Kebumen menjadi simbol kemakmuran masyarakat Kebumen dari bisnis sarang burung, dan menjadi tugu kebanggaan. Kini Tugu Lawet menjadi tugu nostalgia, dan tugu pengingat bahwa eksploitasi anugerah alam yang tak terkendali cepat atau lambat akan berujung pada penyesalan dan pewarisan kerusakan bagi keturunan. (Wikipedia)

Hari Pertama,

Selepas subuh, sekitar pukul 04.48 Kami tiba di Stasiun Gombong. Mentari yang masih malu-malu memancarkan sinarnya, menjadi pemandangan Kami saat tiba di Stasiun. Tepat pukul 6 pagi, sebuah mobil kijang kapsul datang untuk mengantarkan Kami ke basecamp di Kecamatan Ayah. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Jetis. Tempat ini sudah masuk kedalam wilayah Cilacap. Dengan membayar Rp 10.000 per orang kita dapat menyusuri sungai Bengawan Bodo dengan menaiki kapal sambil menikmati mangrove. Selanjutnya kami beranjak ke Air Terjun Gumawang yang ditempuh dengan trekking sekitar 15 menit.

16-04-12-12-15-50-398_deco

Wisata Mangrove di Sungai Bengawan Bodo

16-04-12-07-12-08-316_deco

Air Terjun Gumawang

 

Setelah melepas lelah sambil menikmati segarnya Air Terjun Gumawang, kami menuju Pantai Pasir Indah, Pantai Tanjung Karang Pengantin, Pantai Lampon, dan Pantai Grojogan yang berada di satu kawasan. Ada semacam mitos di Pantai Tanjung Karang Pengantin, bagi pasangan yang ingin menikah sebaiknya jangan datang ke Pantai ini, karena konon katanya pasangan tersebut akan putus.

16-04-10-06-52-45-705_deco

Pantai Tanjung Karang Pengantin

Kita bisa mulai trekking untuk melihat Pantai Tanjung Karang Pengantin dari kejauhan. Di perjalanan trekking kita juga akan melewati dua goa, yakni Goa Wora Wari dan Goa Celeng. Selanjutnya kita akan trekking menuju Pantai Grojogan dengan menuruni bebatuan untuk sampai ke pantai. Medan trekking menuju ke Pantai Grojogan lumayan menguras tenaga, terutama saat kembali keatas. Di Pantai Grojogan terdapat sebuah goa dan karang-karang di tepi pantai.

20160401_144641

View dari Goa Wora Wari

16-04-12-07-11-40-730_deco

Goa Celeng

20160401_150338-01

View dari Goa di Pantai Grojogan

 

Selain ke Pantai Grojogan, kita juga dapat trekking menuju bukit Karang Pengantin yang medannya juga cukup menguras tenaga. Namun semua lelah yang kita dapat akan sebanding dengan suguhan alam yang akan kita lihat, baik dari atas bukit Karang Pengantin maupun dari di Pantai Grojogan.

Selesai menikmati semua jalur trekking, kita dapat beristirahat sejenak sambil memulihkan tenaga di sebuah warung kecil yang terdapat disana. Setelah beristirahat, kita dapat kembali ketempat awal trekking, untuk selanjutnya menuju Pantai Lampon. Sama dengan Pantai Grojogan, Pantai Lompon ini juga terletak dibawah bukit, sehingga kita harus trekking menuju kebawah. Berhubung tenaga saya sudah cukup terkuras untuk trekking sebelumnya, jadi saya memutuskan hanya berjalan sampai plang bertuliskan Pantai Lampon dan cukup memandangnya dari atas saja. Pantai Lampon ini juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk camping karena terdapat camp area disana.

16-04-12-07-10-22-108_deco

16-04-12-07-10-48-977_deco

Pantai Lampon

Pantai terkahir yang menjadi tujuan kami di hari pertama ini adalah Pantai Pecaron. Tidak seperti pantai-pantai sebelumnya yang membutuhkan trekking, Pantai Pecaron ini dapat langsung kita nikmati begitu tiba disana. Dari kejauhan, pantai ini terlihat biasa saja, namun cobalah untuk berjalan di pinggir pantai, karena pemandangan disana cukup bagus terutama di sore hari. Pantai Pecaron ini juga sangat cocok dijadikan tempat untuk beristirahat sambil menikmati makanan di saung pinggir pantai.

20160401_174025-01

Pantai Pecaron

Hari Kedua,

Pagi-pagi kami sudah bersiap untuk menuju destinasi pertama hari ini, yakni Pantai Menganti. Kami berangkat jam 6 pagi dari base camp dan menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Untuk masuk ke kawasan wisata ini dikenakan biaya 10.000 rupiah, namun berhubung ketika kami tiba disana loket belum buka, jadi kami masuk kesana bebas biaya, hehe…  Di kawasan pantai tersebut terdapat kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar. Untuk mendapatkan view yang lebih indah, kita dapat menuju ke Pantai Karang Bata. Pantai ini dapat kita nikmati dari atas bukit, maupun trekking menuju pinggir pantai. Tidak seperti pantai-pantai lainnya yang dipenuhi pasir ditepi pantai, di pantai ini justru dipenuhi bebatuan di hitam ditepi pantainya. Disana juga terdapat sebuah goa yang dapat kita masuki. Selain itu, di pantai tersebut juga terdapat resort dan bale-bale untuk beristirahat sambil memesan minuman dan menikmati pantai.

16-04-10-06-47-02-982_deco

16-04-10-06-48-40-652_deco

16-04-10-06-49-09-271_deco

16-04-12-07-08-16-067_deco

Pantai Karang Bata

Destinasi kedua yang kami kunjungi adalah Bukit Langit. Destinasi ini bisa dibilang masih baru di Kebumen, bahkan guide yang mengantarkan kami pun baru pertama kali mengunjungi tempat ini. Bukit langit ditempuh sekitar 90 menit dari base camp. Untuk sampai ke puncak bukit, kita harus trekking sekitar 30 menit dari tempat parkir. Di atas puncak bukit (meskipun bukan puncak paling atas, karena kita dapat trekking menuju puncak selanjutnya), kita dapat melihat keindahan Kebumen. Saran saya, jika ingin ke Bukit Langit lebih baik di pagi hari, karena cuaca belum terlalu panas.

16-04-10-06-48-06-717_deco

20160402_120225-01

View dari Bukit Langit

Puas menikmati keindahan Kebumen dari atas bukit, selanjutnya kami memutuskan untuk mengunjungi Benteng Van der Wijck. Benteng Van der Wijck merupakan benteng bersejarah di Kebumen yang dibangun pada tahun 1818 oleh Jendral Van den Bosh. Menurut sejarah, Wisata Benteng Van Der Wijck ini dibangun sebagai benteng pertahanan Belanda di bekas kantor kongsi dagang VOC yang berada di Gombong yang di persiapkan untuk melawan Kesultanan Yogyakarta. Untuk masuk ke tempat wisata tersebut, dikenakan biaya sebesar Rp 25.000 yang merupakan tiket terusan untuk menaiki kereta wisata mengelilingi Benteng Van der Wijck dari bawah dan dari atas benteng.

16-04-10-21-31-00-925_deco

16-04-07-19-39-51-009_deco

16-04-12-07-07-41-283_deco

Destinasi terakhir yang kami kunjungi di hari kedua adalah sebuah telaga yang letaknya tidak jauh dari base camp kami. Di telaga ini terdapat sebuah goa yang dapat kita masuki, dengan ketinggian air setinggi dada. Sayangnya saat kami kesana, airnya sedang keruh karena sedang musim hujan.

Hari ketiga,

Hari terakhir di Kebumen ini kami putuskan untuk menyusuri salah satu goa di Kebumen, yakni Goa Petruk. Karena kurang afdol rasanya jika kita berkunjung ke Kebumen, namun tidak menyusuri salah satu goa yang ada disana. Kebumen memang cukup terkenal dengan goa-goanya karena terdapat sekitar 200 goa disana. Goa Petruk ini masih terletak di Kecamatan Ayah, dan konon katanya goa ini merupakan goa terindah di Indonesia. Goa ini dibilang masih aktif karena masih dialiri air dan masih alami karena belum ada penerangan apapun didalamnya. Untuk menyusuri goa ini disarankan untuk didampingi oleh pemandu yang sudah hafal rutenya dan jangan lupa untuk membawa senter atau alat penerangan lainnya.

16-04-07-19-39-13-924_deco

Pintu Masuk Goa Petruk

Perjalanan menyusuri Goa Petruk ditempuh sekitar 2 jam (sudah termasuk istirahat dan foto). Awalnya saya sempat khawatir, karena ini merupakan pengalaman pertama saya menyusuri goa. Yang terbayang dibenak saya ketika akan menyusuri goa adalah pengap dan gelap. Namun itu semua sirna ketika kami mulai masuk menyusuri goa. Akhirnya saya pun mengerti mengapa Goa Petruk ini disebut-sebut sebagai Goa terindah, karena memang didalam goa ini terdapat banyak stalaktit (mineral yang menggantung di langit-langit goa) yang menyerupai beberapa bentuk seperti lonceng, jamur, usus, semar, sampai payudara. Sungguh pemandangan yang indah didalam goa.

16-04-07-19-37-49-677_deco

16-04-07-19-37-07-558_deco

Stakaltit didalam Goa Petruk

16-04-07-19-36-29-224_deco

20160403_103724-01

20160403_103505

Jalan keluar di Goa Jemblongan

Medan yang kita tempuh untuk menyusuri goa ini memang cukup lumayan untuk pemula. Dari mulai trekking biasa, jongkok, hingga merangkak layaknya latihan militer. Jadi siap-siap keluar dengan baju kotor dan basah, hehe.. Didalam goa ini juga terdapat sebuah air terjun kecil yang bisa kita nikmati sambil beristirahat. Setelah sekitar 2 jam menyusuri goa, kita akan keluar di Goa Jemblongan. Keluar dari goa, kita masih harus trekking menyusuri jalanan setapak di hutan sekitar satu jam hingga akhirnya tiba di Air Terjun Leuses untuk beristirahat sejenak melepas lelah. Setelah beristirahat, kami pun kembali ke base camp untuk membersihkan diri sekaligus packing, karena sore ini kami akan meninggalkan Kebumen.

Saat yang bikin saya sedikit baper pun tiba, ketika harus berpamitan dengan bapak dan ibu di base camp tempat kami menginap. Jamuan mereka yang begitu hangat layaknya keluarga sendiri membuat saya sedih ketika harus berpamitan meninggalkan Kebumen. Sebelum kembali ke Stasiun Gombong, kami diantarkan ke Goa Jatijajar, bukan untuk wisata goa lagi, tapi untuk membeli oleh-oleh khas Kebumen.

IMG_3845

Pamitan yang bikin baper…

Dan saatnya kembali pun tiba, dengan diiringi hujan lebat, kami pun tiba di Stasiun Gombong. Tak lama setelah adzan maghrib berkumandang, kereta api Kutojaya pun tiba. Sempet deg2an karena saya hampir ketinggalan kereta, berhubung saya yang naik terakhir menunggu teman-teman saya yang lain menaiki barang-barangnya keatas kereta, ditambah kami tidak mendapatkan peron, sehingga harus memanjat naik kereta lumayan tinggi.

Alhamdulillah… terima kasih Kebumen untuk suguhan alamnya yang indah dan kehangatan layaknya keluarga yang menyambut kami disana. Tentunya saya berharap dapat kembali kesana untuk mengeksplore wisata-wisata lain di Kebumen.

*FYI : trip ini sistemnya sharing cost, dengan peserta sebanyak 15 orang. Berikut adalah rincian biayanya :

–  Penginapan : 50rb/malam
–  Makan : 15rb/porsi
–  Sewa mobil : 500rb/hari (supir & driver)
–  Tiket masuk wisata rata-rata 3rb
–  Tiket benteng van der wijck : 25rb
–  Perahu di Pantai Jetis : 10rb
–  Guide Goa Petruk : 150rb

See u next trip… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s