Panorama Negeri Laskar Pelangi

Panorama Negeri Laskar Pelangi

16-09-22-07-59-49-018_deco

View dari mercusuar Pulau Lengkuas

“It’s better to see something once, than to hear about it a thousand times” ~ Anonymous ~

Sebutan negeri laskar pelangi mulai akrab di telinga kita semenjak boomingnya novel dan film Laskar Pelangi yang memecahkan rekor penonton terbanyak di Indonesia kala itu. Akhirnya sebutan negeri laskar pelangi pun melekat di Pulau Belitung. Pulau Belitung terbagi menjadi 2 kabupaten, yakni Kabupaten Belitung yang beribukotakan Tanjung Pandan dan Kabupaten Belitung Timur yang beribukotakan Manggar, kota yang dikenal dengan julukan kota 1001 kedai kopi.

Bermodal ijin cuti 2 hari dari kantor, saya pun berangkat ke Belitung. Belitung seolah menjadi salah satu primadona wisata setelah kemunculan film Laskar Pelangi. Wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke Pulau ini untuk melihat keunikan pantai-pantai di Belitung yang identik dengan batu-batu yang super besar. Ntah darimana asalnya batu-batu tersebut, namun itulah yang menjadi keunikan Pulau Belitung.

Belitung menjadi pilihan tempat petualangan saya selanjutnya, karena selain waktu tempuh yang tidak terlalu lama, hanya 50 menit dari Jakarta, harga tiketnya pun cukup terjangkau. Hari pertama di Belitung saya awali dengan menunggu jemputan teman saya di Bandara yang sudah tiba di Belitung satu hari sebelumnya. Saking lamanya saya menunggu, beberapa petugas Bandara sampai taksi pun sampai menanyai saya berkali-kali, khawatir jika saya salah tujuan. Maklum saja, sering terjadi penumpang yang salah tujuan, yang seharusnya menuju Bangka, namun malah sampai di Belitung, hehe.. Untungnya saya sudah pernah berkunjung ke Bangka beberapa kali, sehingga saya sangat yakin kalau tidak salah tujuan.

Setelah teman saya datang, kami langsung menuju ke Mie Atep, yang merupakan makanan khas Belitung. Selanjutnya kami memulai petualangan hari pertama dengan mengunjungi Belitung Timur. Dimulai dari Replika SD Muhammadiyah yang merupakan lokasi syuting film Laskar Pelangi. Kemudian tak jauh dari sana, kami mengunjungi semacam Rumah Keong. Destinasi ini terhitung baru di Belitung, selain menawarkan keunikan Rumah Keong, destinasi ini juga menawarkan panorama alam yang memanjakan mata.

16-09-25-13-37-54-923_deco

16-09-25-13-37-31-990_deco

Replika SD Muhammadiyah

16-09-25-13-37-09-104_deco

16-09-24-10-01-50-810_deco

Rumah Keong dan view pemandangan dari Rumah Keong

Destinasi selanjutnya adalah Museum Kata Andrea Hirata. Menurut teman saya yang telah berkunjung kesini sebelumnya, penataan dan isi Museum ini telah berubah dan tidak sebagus dulu. Selain itu, untuk masuk ke Museum saat ini dikenakan biaya Rp 50.000 plus mendapatkan buku Andrea Hirata, cukup mahal memang untuk masuk ke sebuah Museum. Disamping Museum ini terdapat kedai 1001 kopi yang bisa dijadikan tempat beristirahat sejenak ataupun membeli souvenir.

16-09-25-13-36-02-150_deco

16-09-25-13-35-05-162_deco

16-09-25-13-34-18-392_deco

Museum Kata Andrea Hirata

Tak jauh dari Museum, kita dapat berkunjung ke Kampung Ahok. Disana terdapat rumah adat Belitung, serta rumah yang ditinggali Ahok selama di Belitung. Kemudian kami berkunjung ke Pantai Serdang sambil beristirahat dan mengisi perut. Di Pantai ini kita dapat melihat banyak kapal nelayan yang bersandar ditepi pantai. Selanjutnya kami mengunjungi Kuil Dewi Kwan Im, sayangnya kuil ini sedang dalam tahap renovasi, sehingga kita tidak dapat melihat wajah patung Dewi Kwan Im. Tak jauh dari sana, kita dapat singgah di Pantai Burung Mandi. View pantai tersebut tidak jauh berbeda dengan Pantai Serdang.

16-09-25-13-33-34-425_deco

Kampoeng Ahok

16-09-25-13-32-43-921_deco

View dari Pantai Serdang

16-09-25-13-32-20-906_deco

Kuil Dewi Kwan Im

20160917_074222-01

View dari Pantai Burung Mandi

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Pulau 1001 Kedai Kopi namun belum mampir ke salah satu kedai kopinya. Malam harinya, kami mencoba salah satu kedai kopi yang ada disana, yakni Little Lengkuas. Kedai Kopi modern seperti cafe yang belum lama buka di Kota Tanjung Pandan, tempatnya cukup nyaman dan harganya pun terjangkau. Dibawah kedai kopi ini terdapat pusat oleh-oleh khas Belitung.

Hari kedua di Belitung, saatnya hoping island dan snorkeling. Hoping island kali ini berawal dari Pantai Tanjung Kelayang. Sebelum menyebrang, kita bisa menyewa peralatan snorkeling dan memesan makanan yang akan disantap selesai berkeliling pulau. Beberapa pulau yang kami kunjungi diantaranya Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Babi Kecil, dan Pulau Batu Berlayar.

16-09-25-15-58-07-493_deco

Pantai Tanjung Kelayang

Di Pulau Lengkuas, kita dapat menaiki mercusuar setinggi 333 anak tangga atau sekitar 18 tingkat. Untuk masuk kesana, kita harus membersihkan badan kita dari pasir yang menempel dan melepaskan alas kaki kita. Setelah dipastikan bersih dari pasir, barulah kita diperbolehkan untuk memasuki mercusuar. Butuh perjuangan memang untuk sampai ke puncak mercusuar. Setelah sampai puncak, kita dapat menikmati pemandangan Belitung dari ketinggian. Namun, jika kita berkunjung di hari libur, kita tidak bisa berlama-lama menikmati keindahan pemandangan dari puncak mercusuar, karena banyak yang mengantri untuk berfoto disana.

16-09-25-13-28-57-994_deco

Pulau Lengkuas

16-09-25-15-50-43-609_deco

Pulau Batu Berlayar

16-09-25-15-51-09-376_deco

Pulau Babi Kecil

Jika berkunjung ke Pulau Lengkuas, baiknya kita membawa bekal makanan dan minuman, sebab harga makanan dan minuman disana sangat mahal. Untuk spot snorkeling letaknya tidak jauh dari Pulau Lengkuas. Disana kita bisa melihat pemandangan bawah laut yang indah ditemani ikan-ikan kecil yang beragam.

Malam harinya kami kembali mencoba salah satu kedai kopi yang ada di kota Tanjung Pandan, yakni Dnocturn. Anak-anak muda Belitung suka sekali menghabiskan waktu mereka di kedai kopi, baik yang tradisional maupun kedai kopi modern yang memiliki nuansa seperti café.

Hari ketiga di Belitung dimulai dengan bangun lebih pagi untuk mengejar sunrise di Danau Kaolin. Meskipun matahari sedikit terhalang awan, namun tidak mengurangi keindahannya. Setelah menikmati pagi di Danau Kaolin, kami menuju pusat kota untuk berfoto di Tugu Batu Satam yang merupakan ikon Pulau Belitung. Kemudian kami menuju ke Pantai Tanjung Pendam yang letaknya tidak jauh dari pusat kota. Kebetulan hari itu adalah hari minggu, jadi banyak masyarakat yang berkunjung ke Pantai untuk berolahraga ataupun sekedar bersantai di tepi pantai.

16-09-18-06-44-08-556_deco

16-09-25-13-27-45-787_deco

Danau Kaolin di pagi hari

16-09-25-13-27-07-533_deco

Tugu Batu Satam

16-09-25-13-26-42-283_deco


16-09-25-13-26-16-568_deco

View Pantai Tanjung Pendam

Menjelang siang, kami berkunjung ke Bukit Berahu yang merupakan kawasan resort di Kabupaten Belitung. Untuk masuk ke kawasan tersebut, kita harus membayar Rp 10.000 yang bisa ditukarkan dengan minuman (air mineral/kopi/teh). Disana kita dapat melihat panorama pantai dari ketinggian, ataupun turun kebawah menuju tepi pantai.

16-09-25-13-25-27-593_deco

16-09-25-13-24-58-109_deco

View dari bukit Berahu

Selanjutnya, kami menuju ke Pantai Tanjung Tinggi yang merupakan primadona Pulau Belitung setelah dijadikan sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi. Pantai ini dengan batu-batu super besar yang entah datang dari mana, serta lautnya yang tenang, sehingga banyak warga yang berenang disana. Kemudian kami singgah sebentar di kawasan Pantai Tanjung Kelayang untuk berfoto di landmark “Welcome to Belitong”. Danau Kaolin menjadi destinasi kami selanjutnya, meskipun saya sudah kesana, namun warna biru Danau Kaolin belum terlihat di pagi hari.

16-09-24-17-23-53-641_deco

16-09-23-20-29-45-306_deco

Pantai Tanjung Tinggi

16-09-23-11-05-00-885_deco

Danau Kaolin di siang hari

Destinasi selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Pusat oleh-oleh khas Belitung. Ada beberapa tempat oleh yang saya kunjungi, tapi rekomendasi saya jika ingin membeli souvenir adalah Toko Belitung Outlet (Belut) karena banyak pilihannya dan harganya pun terjangkau. Malam harinya kami kembali mengunjungi salah satu kedai kopi lainnya, yakni lux coffee dan Kong Djie. Meskipun kedai kopi yang kami kunjungi berbeda-beda, namun varian harga kopi dan makanan pendamping di setiap kedai kopi hampir sama.

16-09-25-13-25-51-828_deco

Kedai Kopi Kong Djie pertama di Tanjung Pandan

16-09-23-11-04-28-001_deco

Penampakan Kedai Kopi Kong Djie lainnya

Hari terakhir di Belitung, awalnya kami berencana mengunjungi Balancing Rock, yakni sebuah batu besar diatas bukit dengan view pemandangan Belitung dari ketinggian. Namun, akhirnya rencana tersebut diganti menjadi mengunjungi Gusong Bugis yang merupakan kawasan hutan yang sering dijadikan sebagai tempat berkemah bagi anak-anak pramuka. Gusong Bugis menyuguhkan pemandangan hutan pinus, bakau, dan juga jembatan bambu. Disana kita juga bisa berfoto ala-ala diluar negeri, dengan latar hutan pinus dan pasir putih seperti sedang musim salju.

16-09-23-11-03-30-580_deco

16-09-23-11-01-55-891_deco

View dari Gusong Bugis

Sebelum menuju bandara, kami mampir sebentar di Rumah Adat Belitung, kemudian mengisi perut sebelum kembali ke Jakarta. Oiya, selama di Belitung, saya dan 2 teman saya menginap di rumah Bang Kiray (anggota Gapabel sekaligus orang yang dengan ramah dan lucunya menemani kami keliling Belitung). Terima kasih Belitung atas panorama alamnya yang mempesona dan kopinya yang nikmat.

See u next trip… 😀

*FYI rincian biaya selama di Belitung :

  • Sewa mobil : Rp 600.000/hari
  • Sewa kapal : Rp 550.000
  • Tiket Replika SD Muhammadiyah : Rp 3.000/orang
  • Tiket Museum Kata : Rp 50.000/orang
  • Tiket Mercusuar : Rp 5.000/orang
  • Tiket Bukit Berahu : Rp 10.000/orang
  • Alat Snorkeling : Rp 20.000/item
  • Mie Atep + Minum : Rp 20.000
  • Minuman di Kedai Kopi : Rp 15.000
  • Makanan di Kedai Kopi : Rp 15.000 – Rp 50.000
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s