Derawan yang Menawan

Derawan yang Menawan

“Life is like the ocean. It can be calm and still or rough and rigid. But in the end, it is always beautiful.”

Terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Kepulauan Derawan menyajikan suguhan wisata bahari yang menawan. Tiga jam kurang lebih waktu yang kita tempuh untuk tiba di Derawan dari Pelabuhan Tengkayu di Tarakan. Selain melalui Pelabuhan Tengkayu, kita juga dapat menyebrang ke Derawan melalui Pelabuhan Tanjung Batu di Berau.

Tak jauh dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, kita bisa mengunjungi kawasan konservasi mangrove dan bekantan. Dengan cukup membayar Rp 5.000 (dewasa) dan Rp 3.000 (anak-anak), kita dapat melihat banyak bekantan bermain diatas pohon. Oia, kurang afdol rasanya ke Kalimantan kalau belum nyobain Soto Banjar. Saat perjalanan menuju Pelabuhan Tengkayu, kita bisa mampir untuk mengisi perut di rumah makan yang menyediakan menu Soto Banjar (lupa nama rumah makannya). Satu porsi Soto Banjar dapat kita nikmati dengan harga Rp 25.000 (porsinya banyak banget plus lontong).

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan

Sebelum menyebrang ke Derawan, jangan lupa minum antimo atau tolak angin biar gak mabuk laut, terutama kalau kita mengunjungi Derawan saat cuaca kurang bersahabat. Satu lagi yang gak boleh lupa, Sunblock. Karena di Derawan panas banget! (yaiyalah namanya juga di pantai, haha..).

Kepulauan Derawan menyediakan banyak tempat menginap bagi para wisatawan, dari mulai homestay dengan harga terjangkau hingga penginapan seharga jutaan rupiah per malam. Jika ingin berhemat, lebih baik menyewa homestay karena dengan harga 1 juta rupiah bisa menampung sekitar 15 orang.

Warna-warni penginapan di Pulau Derawan

Sore hari, kita dapat berjalan kaki menuju spot melihat sunset yang letaknya tak jauh dari tempat penginapan. Selain itu, kita juga dapat bermain banana boat dan snorkeling di sekitar pulau. Jika beruntung, kita bisa melihat penyu berenang di laut.

 

Sunset di Pulau Derawan

Tak hanya Pulau Derawan yang menawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban, dan Pulau Sangalaki juga menyajikan keindahan bahari dan suguhan alam yang menawan. Untuk sampai ke pulau-pulau tersebut, kita perlu menempuh perjalanan laut dengan spead boat sekitar satu hingga tiga jam.

Pulau Maratua tak kalah cantik dengan Maldives. Bisa dibilang inilah Maldives-nya Indonesia. Masih di kawasan Maratua, kita dapat “uji nyali” di Goa Halo Tabung atau yang dulunya bernama Goa Haji Mangku. Uji nyali kali ini bukan berhubungan dengan hal mistis, tapi menguji adrenalin kita ketika melompat dari ketinggian sekitar 5 meter untuk menikmati keindahan Goa Halo Tabung.

Keindahan Pulau Maratua, Maldives-nya Indonesia

Goa Halo Tabung

Di Pulau Kakaban, kita dapat berenang di danau bersama ubur-ubur yang tidak menyengat. Agak ‘ngeri’ juga ketika tiba disana dan melihat lautan pengunjung yang sedang berenang bersama ubur-ubur. Khawatir habitat ubur-ubur yang ada disana jadi terganggu, belum lagi pengunjung ‘nakal’ yang tidak menjaga kebersihan tempat wisata. Perlu diperhatikan beberapa larangan bagi pengunjung yang ingin berenang bersama ubur-ubur, seperti tidak menggunakan tabir surya, tidak memakai fin (sepatu katak), apalagi menangkap ubur-ubur yang ada disana.

Danau Kakaban

Primadona yang begitu memesona tak jauh dari Pulau Kakaban adalah Kehe Daing. Sebuah laguna atau lubang ikan dengan air berwarna hijau toska begitu memanjakan mata. Air disana tidak terlalu dalam, jadi kita bisa menikmati keindahan laguna sambil bermain air.

Kehe Daing (harus kesini langsung buat lihat cantiknya tempat ini)

Satu lagi, suguhan menawan yang menyuguhkan keindahan adalah Pulau Sangalaki. Pantai dengan pasir putih dan air laut berwarna toska sungguh memanjakan mata. Pulau ini juga terkenal sebagai ‘rumah penyu’ di Kepulauan Derawan karena di pulau ini terdapat konservasi penyu.

Pulau Sangalaki (betah lama-lama disini)

Kita juga dapat menikmati sunrise dari Gusung Pasir yang letaknya tak jauh dari Pulau Derawan. Pulau dengan pasir putih ini dapat kita kunjungi ketika air laut sedang surut, seperti di pagi hari.

Sunrise di Gusung Pasir

Jadi, benar Kepulauan Derawan memang menawan. Semoga keindahan wisata bahari ini dapat terus dijaga oleh warga Derawan dan wisatawan.

~ See you next trip ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s