24 Jam Bersama Alam

24 Jam Bersama Alam

Curug Cimarinjung

“Nature show us how to live, love, and grow alongside each other…” -Angie Weiland Crosby-

Suguhan alam yang akan saya nikmati kali ini adalah salah satu primadona wisata baru di Sukabumi. Belakangan ini, Sukabumi memang banyak menawarkan wisata baru yang memanjakan mata bagi para penikmat alam. Terletak di Kabupaten Sukabumi, Geopark Ciletuh adalah sebuah konsep manajemen pengelolaan kawasan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya, melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan Pelabuhan Ratu (Wikipedia). Geopark Ciletuh menawarkan wisata yang komplit, seperti curug, pantai, bukit, pulau, lembah, dan hamparan sawah yang indah.

Perjalanan menuju Geopark Ciletuh menempuh waktu sekitar 4,5 jam dari Bogor via jalur Loji yang baru dibuka tahun lalu. Jalur dengan view yang menawan namun cukup ekstrem. Pastikan Kamu benar-benar berpengalaman dalam mengemudi, jika ingin melewati jalur tersebut. Selain jalur Loji, ada beberapa alternatif jalur lain yang bisa kita tempuh untuk dapat sampai kesana, tapi tentunya dengan waktu tempuh yang lebih lama.

Saya dan teman-teman menempuh perjalanan malam agar dapat tiba disana pagi hari. Pantai Palangpang adalah destinasi pertama yang kami tuju. Bisa dibilang, Pantai Palangpang adalah gerbang menuju wisata di Geopark Ciletuh. Di Pantai Palangpang terdapat landmark bertuliskan Geopark Ciletuh. Selain itu, banyak pula warga yang menawarkan jasa perahunya untuk mengantarkan kita menyebrang ke Pulau Kunti dari Pantai Palangpang dengan membayar Rp 30.000 per orang (pp). Pulau Kunti bisa menjadi salah satu opsi tujuan wisata buat Kamu yang punya banyak waktu disana.

Pantai Palangpang

Landmark Geopark Ciletuh di Pantai Palangpang

Tidak jauh dari Pantai Palangpang, kita dapat mengunjungi Curug Cimarinjung. Tidak ada tarif khusus yang dipatok untuk masuk Curug tersebut, kita bisa membayar secara sukarela, termasuk biaya parkir. Dari pintu masuk Curug Cimarinjung, hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk dapat menikmati keindahan Curug tersebut, dengan jalan setapak yang sudah bagus. Pemandangan yang ditawarkan sungguh memanjakan mata.

Curug Cimarinjung

Curug Sodong & Curug Cikanteh menjadi destinasi kami selanjutnya. Butuh sekitar kurang lebih 1 jam perjalanan untuk bisa sampai kesana dari Curug Cimarunjung. Namun sayangnya kami belum bisa menikmati keindahan kedua Curug tersebut karena musim kemarau yang sedang melanda daerah tersebut. Akhirnya perjalanan kami lanjutkan ke Bukit Panenjoan. Jaraknya sekitar 30 menit dari Curug Sodong. Kita bisa menikmati suguhan alam dari ketinggian. Lagi-lagi karena musim kemarau yang sedang melanda kawasan tersebut, pemandangan yang disuguhkan terlihat tak seperti biasanya. Di tempat ini, kami dikenakan biaya Rp 50.000 untuk 2 mobil, tidak ada tiket per orang.

Bukit Panenjoan

Sepertinya kami memang berkunjung di waktu yang kurang tepat, sehingga tak bisa menikmati keindahan beberapa objek wisata yang ada di Geopark Ciletuh. Sebenarnya masih banyak suguhan alam lain di kawasan Geopark Ciletuh, seperti Puncak Darma, Pulau Kunti, Curug Awang, dan beberapa Curug lainnya yang dapat dikunjungi, namun karena kendala cuaca dan waktu sehingga kami tidak dapat mengunjungi semua wisata yang ada disana. Satu lagi yang sangat disayangkan dari kawasan wisata pantai di Sukabumi, yaitu kebersihan yang kurang terjaga karena minimnya tempat sampah, sehingga banyak sampah yang berserakan di sekitar pantai. Semoga hal itu bisa menjadi perhatian serius Pemerintah setempat, agar kawasan wisata tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.

View selama perjalanan (lokasi tanpa nama)

——————– behind the journey ——————-

Setiap perjalanan pasti menyisakan sebuah kenangan yang tak terlupakan. Yang berkesan dari perjalanan kali ini bagi saya bukan destinasinya, tapi ketika kami harus bersama-sama mendorong mobil yang terjebak diantara pasir pantai. Maklumlah saat itu kami tiba di Pantai sebelum matahari terbit, sehingga jalanan kurang terlihat. Akhirnya mobil yang kami tumpangi terjebak di tepi pantai, dan kami harus sama-sama mendorong mobil agar bisa keluar dari pasir. Untungnya saat itu kami dapat bantuan dari pengunjung lain yang prihatin melihat kami, karena mayoritas yang mendorong mobil adalah para wanita, haha..

Cerita seru lainnya adalah ketika kami melewati jalur Loji di malam hari. Jalannya memang mulus, tapi cukup ekstrem dan minim penerangan. Terlebih saat itu hanya mobil kami yang melintasi jalan tersebut. Yang bisa kami rasakan hanyalah udara laut dan ketegangan untuk segera sampai tujuan. Perjalanan pulang pun tak kalah menegangkan, karena kami memilih pulang melalui jalur Cikidang. Doa pun tak henti kami panjatkan, agar selamat sampai tujuan dan kembali ke rumah dengan aman.

——————– tips-tips ——————–

  1. Saat ini Geopark Ciletuh belum terjangkau dengan kendaraan umum, jadi baiknya kamu membawa kendaraan pribadi.
  2. Pastikan kondisi kendaaran kamu oke sebelum perjalanan ke Geopark Ciletuh.
  3. Tak kalah penting sama kendaraan, kondisi badan kamu juga perlu diperhatikan. Pastikan kondisi badan kamu fit sebelum pergi. Buat kamu yang mabuk perjalanan, jangan lupa siapkan obat seperti antimo, tolak angin, atau yang biasa kamu gunakan, karena jalanan yang sangat berliku.
  4. Isi bensin sebelum memasuki kawasan pelabuhan ratu, karena disana minim tersedia SPBU.
  5. Buat rencana perjalanan menyesuaikan dengan waktu yang akan kamu habiskan disana. Karena Geopark Ciletuh menawarkan banyak tempat wisata, kamu bisa membuat prioritas tempat wisata yang ingin kamu kunjungi dan perhitungkan jarak antar tempat wisata yang terdekat.
  6. Tidak semua tempat wisata disana mematok harga tiket masuk ataupun parkir. Ada yang bersifat sukarela dan ada yang sudah mematok harga (namun harga masih dalam taraf wajar).
  7. Jika kamu hanya punya waktu seharian untuk mengeksplor Geopark Ciletuh, kamu bisa berangkat malam hari dan pulang sore menjelang malam keesokan harinya.
  8. Wisata yang bisa kamu kunjungi dalam satu hari, bisa dimulai dari Pantai Palangpang – Curug Cimarinjung – Curug Sodong & Curug Cikanteh – Bukit Panenjoan.
  9. Bawa uang tunai secukupnya, karena disana hampir tidak ada mesin ATM.
  10. Bawa kantong plastik untuk menyimpan sampah, karena disana saya jarang melihat tempat sampah. Jaga kebersihan dimanapun kita berkunjung.

“Sayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita”

See you next trip… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s