Liburan Singkat dengan Suguhan Alam Memikat

Liburan Singkat dengan Suguhan Alam Memikat

mtf_fmaLD_133.jpg

“Travel brings power and love back to your love..”. -Rumi-

Suatu perjalanan seperti sebuah carger untuk tubuh ini. Setiap pulang dari sebuah perjalanan, seperti ada energi baru dalam tubuh ini. Itulah kenapa kita perlu melakukan sebuah perjalanan disela aktivitas rutin kita.

Taman nasional ujung kulon secara administratif masuk ke dalam dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Sumur di Kabupaten Pandeglang, Banten.  Sejak tahun 1991, Taman Nasional Ujung Kulon ini telah dinyatakan sebagai Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO, serta merupakan taman nasional pertama yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1992. Tempat ini juga merupakan rumah bagi para Badak Jawa yang langka.

Taman nasional ujung kulon bisa menjadi destinasi buat kamu yang mau liburan singkat dengan suguhan alam yang memikat. Cukup waktu 3 hari 2 malam (berangkat jum’at malam dari Jakarta dan kembali Minggu malam). Kami (saya dan beberapa teman baru seperjalanan) berangkat dari Jakarta pukul 10.00 malam dan tiba di Sumur, Kab. Pandeglang, Banten pukul 04.00 pagi. Kemudian kami istirahat sebentar di homestay untuk selanjutnya menyebrang dari Sumur menuju Pulau Peucang. Perjalanan ditempuh sekitar 3 jam.

Destinasi pertama yang saya kunjungi adalah primadonanya Taman Nasional Ujung Kulon, yakni Pulau Peucang. Lautnya yang jernih ditambah hamparan pasir putihnya membuat pulau ini begitu cantik. Di pulau ini dapat kita jumpai beragam fauna, seperti babi hutan, rusa, burung merak, dan hati-hati sama fauna jahil yang satu ini, yaitu monyet. Karena mereka suka suka mengambil cemilan yang kita bawa, bahkan mereka tak segan untuk membongkar tas milik pengunjung untuk mengambil makanan yang ada didalamnya.

15-11-14-21-59-23-537_deco

mtf_fmaLD_135.jpg

Hamparan pasir putih dan laut jernih di Pulau Peucang

Hal pertama yang dapat kita lakukan di pulau ini adalah…. Foto-foto…hehe… (biasanya ritual yang dilakukan para pengunjung adalah foto-foto ditulisan Pulau Peucang, sebagai bukti kalau mereka pernah menginjakkan kaki di Pulau ini). Kegiatan yang dapat kita lakukan di Pulau Peucang ini adalah trekking di hutan hujan tropis untuk melihat satwa yang ada di hutan tersebut. Biasanya kita akan ditemani oleh penjaga hutan setempat dan perjalanan trekking ditempuh kurang lebih selama satu jam. Lelah yang didapat dari trekking akan terbayar dengan pemandangan yang akan kita lihat diujung perjalanan trekking ini.

15-11-14-22-09-27-367_deco

Trekking di hutan hujan tropis (photo by andi angger)

Ini dia bonus suguhan alam setelah menempuh trekking selama satu jam!!!

15-11-14-21-52-47-803_deco

Pantai Karang Copong

mtf_fmaLD_147.jpg

15-11-14-21-57-00-987_deco

View lain dari Pantai Karang Copong

Destinasi kedua yang saya kunjungi adalah padang rumput Cidaon. Disana terdapat hamparan padang rumput yang luas beserta beberapa satwa seperti badak dan rusa. Kita perlu berhati-hati menjaga jarak aman untuk mengamati satwa-satwa tersebut. Disana juga terdapat menara pemantau, namun sayangnya menara tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi karena tangga menuju keatas sudah rusak.

15-11-14-21-54-40-727_deco

15-11-14-21-54-02-458_deco

Padang Rumput Cidaon

Destinasi terakhir yang saya kunjungi sekaligus menjadi tempat berisitirahat dan menginap adalah Kepulauan Handeuleum. Di Pulau ini terdapat beberapa homestay yang disewakan bagi pengunjung, dengan fasilitas yang berbeda-beda. Homestay yang saya tempati berupa barak yang terdiri dari beberapa kamar. Sedangkan kamar mandinya terletak diluar dan jumlahnya hanya dua, jadi kita harus sabar menanti. Di Pulau ini juga terdapat rusa-rusa yang berkeliaran. Penerangan di pulau ini masih terbatas hanya di homestay saja, sehingga kita harus menyiapkan senter jika ingin ke kamar mandi, meskipun letaknya tidak terlalu jauh dari homestay, namun perjalanan kesana lumayan gelap.

15-11-14-22-02-43-389_deco

mtf_fmaLD_138.jpg

mtf_fmaLD_143.jpg

View di Kepulauan Handeuleum

Pagi harinya, kami berangkat menuju sungai cigenter. Perjalanan hanya beberapa menit dari Pulau Handeuleum. Di sungai cigenter, kita dapat melakukan kegiatan kanoing dengan perahu-perahu kecil sambil menikmati keindahan disekitar sungai dan juga satwa-satwa yang ada disana. Konon katanya di sungai ini juga dihuni oleh buaya-buaya, so be careful, hehe..

15-11-14-22-10-36-587_deco

Kanoing di Cigenter (photo by adeyuniaputeri)

Setelah puas mendayung, kami pun kembali ke Pulau Handeuleum untuk sarapan sekaligus packing. Dari Pulau Handeuleum, kami mengunjungi beberapa spot untuk snorkeling disekitar kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Selesai snorkeling di beberapa spot, kami pun kembali menyebrang ke Sumur untuk selanjutnya pulang ke Jakarta.

Benar-benar liburan yang singkat dengan suguhan alam yang memikat.. See ya in the next trip.. 🙂mtf_fmaLD_102.jpg(Photo by andi angger)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s